Photobucket
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

03 June 2011

Peluang Juara Persija Tipis, Jakmania pun Kecewa


Persija Jakarta kembali harus rela melepaskan gelar juara Indonesia Super Liga. Itu menyusul tipisnya peluang tim berjuluk Macan Kemayoran menjadi juara ISL musim 2010/2011.

“Meski kami masih mengantongi lima laga lagi, namun tetap saja sulit untuk meraih gelar juara. Pasalnya, dalam setiap pertandingan tersebut Persija di tuntut selalu menang," terang Sekretaris Jendral (Sekjen) The Jakmania, suporter Persija Jakarta, Richard Achmad Suprianto, melalui pesan singkatnya (BBM) , Kamis (2/6).

Richard berpandangan, rapuhnya barisan pertahanan, merupakan penyebab utama merosotnya prestasi Persija.

"Tentu, The Jakmania kecewa. Sebab, sudah beberapa tahun ini Persija tidak mampu meraih gelar juara,” ujar Richard.

Sumber: Bola.net


15 May 2011

The Jak dukuung keputusan Komite Normalisasi


Keputusan Komite Normalisasi untuk tidak merespon putusan Komite Banding yang meloloskan nama George Toisutta dan Arifin Panigoro, tampaknya mendapat dukungan dari banyak. Dan salah satunya adalah kelompok suporter Persija Jakarta, The Jak Mania.

Ketua Umum The Jak Mania, Larico Ranggamone, mendukung hasil kerja Komite Normalisasi yang sudah mengumumkan daftar calon tetap untuk ketua umum, wakil ketua umum dan anggota komite eksekutif (Exco) yang maju pada Kongres 20 Mei mendatang.

"Kami mendukung hasil kerja Komite Normalisasi yang sudah mengumumkan daftar calon tetap Exco periode 2011-2015 yang maju pada Kongres 20 Mei," katanya.

Selain itu Larico berharap pihak-pihak yang tidak lolos tidak memaksakan kehendak mereka. Larico khawatir apabila masih ada pihak-pihak yang ngotot, maka FIFA tidak segan-segan untuk menjatuhkan sanksi untuk Indonesia.

"Kami berharap pihak-pihak atau kelompok yang calonnya tak lolos untuk tidak memaksakan kehendak. Kami berharap FIFA tidak memberikan sanksi untuk Indonesia karena kisruh sepak bola. Jika sanksi itu terjadi dan Indonesai tak bisa tampil di SEA Games. Kami sebagai suporter akan mengajak seluruh suporter Indonesia untuk melakukan aksi menuntut pihak-pihak yang menyebabkan hal itu," tegasnya.

SuumberL Goal.com


10 May 2011

The Jak Kecewa Ketum Persija dan Pengprov DKI Dukung Dhambea


Suporter Persija Jakarta, The Jakmania, mengaku kecewa atas sikap Toni Tobias dan Hardi yang memberikan dukungan kepada calon Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) periode 2011/2015, Adhan Dhambea.

Ketua Umum (Ketum) Persija Jakarta dan Ketua Pengprov DKI Jakarta tersebut, datang ke Manado, Sulawesi Utara, untuk membantu Dhambea dalam menggalang dukungan suara kepada pemilik suara sah di Kongres PSSI pada 20 Mei mendatang, agar sukses sebagai orang nomor satu di organisasi olahraga tertua di Indonesia.

Dalam pandangan The Jakmania, hal tersebut bertentangan dengan tujuan utama Persija yang sudah membulatkan tekad untuk mengusung Sutiyoso sebagai calon Ketua Umum PSSI.

"Sikap kedua sangat mencederai perjuangan Persija dan The Jakmania yang sudah berkomitmen untuk mendukung langkah Sutiyoso. Kami sangat kecewa dengan sikap mereka yang tidak sejalan dan keluar dari perjuangan kami," terang Sekretaris Umum The Jakmania, Richard Achmad, Senin (9/5).

Karena itu, The Jakmania menuntut keduanya tidak sebatas meminta maaf secara tertulis saja, namun juga segera mundur dari posisinya. Perbuatan keduanya, disebut The Jakmania tidak pantas mendapat ditoleransi lagi.

"Keduanya tidak mampu memberikan contoh yang baik. Karena itu, kami sudah tidak mengakuinya lagi dan berharap kedua segera turun dari posisinya," tutupnya.

Sumber: BolaIndo


23 April 2011

3000 Pendukung Persija Serbu Solo


Persija tidak sendirian saat menjamu Persisam Samarinda, di Stadion Manahan, Solo, Sabtu, 23 April 2011. Pasalnya, dalam duel ini, Macan Kemayoran akan tetap didampingi oleh pendukungnya The Jakmania.

Sebanyak 3000 The Jakmania dikabarkan akan memberikan suntikan semangat bagi tim ibu kota tersebut. Sebagian bahkan telah berada di Solo. Sedangkan rombongan besar akan bertolak dari Jakarta malam ini.

"Rombongan besar berjumlah 500-an orang akan bertolak dari Stasiun Senen, malam ini. Tadi pagi juga ada yang berangkat,"kata Larico Ranggamone, Ketua The Jakmania kepada VIVAnews, Jumat, 22 April 2011.

"Ada juga yang berangkat sendiri. Di sana (Solo) kemungkinan bisa sampai 3000 orang,"lanjut Larico.

Persija untuk sementara harus berlaga di luar kandangnya, Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Macan Kemayoran tak mendapat izin tampil di Jakarta karena menjadi tuan rumah KTT ASEAN awal Mei nanti.

Persija akan melakoni dua laga kandang berlabel Liga Super Indonesia (ISL) di Stadion Manahan, Solo. Pertama lawan Persisam Samarinda (23/4) dan pertandingan kedua lawan Bontang FC, 27 April 2011.

Tak hanya Persija, tim tamu juga akan mendapat dukungan dari Pusamania-pendukung Persisam. Selain yang berasal dari Solo, Pusamania dari Yogyakarta juga akan datang mendukung tim kesayangannya, Persisam.

Sumber: BolaIndo


21 April 2011

Pemprov DKI Telah Temukan Lahan Pengganti Stadion Lebak Bulus


Pemprov DKI Jakarta telah mengalokasikan dana Rp 580 miliar untuk pembebasan lahan yang akan dipergunakan sebagai pengganti Stadion Lebak Bulus yang terpaksa dipindahkan karena lahannya akan dijadikan depo utama mass rapid transit (MRT).

Asisten Bidang Kesejahteraan Rakyat DKI Jakarta Mara Oloan Siregar mengatakan lahan yang diperkirakan luasnya mencapai delapan hektar ini dipilih karena memiliki berbagai macam akses.

"Lahan yang baru ini lebih luas dari pada Stadion Lebak Bulus dan mempunyai akses yang baik. Kemudahan akses yang dimiliki lahan itu berupa, bisa dijangkau melalui jalan tol, jalan arteri, serta kereta api," kata Oloan kepada wartawan di Jakarta, Rabu, (20/4/2011).

Menurut Olan, lahan yang akan dijadikan lokasi stadion itu bukanlah lahan yang dimiliki banyak orang. Dengan demikian, pemerintah tidak akan kesulitan untuk membebaskannya. "Kalau yang memiliki banyak pihak, biasanya pasti ada kendala dan tidak lancar. Tetapi kalau yang punya hanya sedikit, satu dua pihak saja pembebasannya tidak akan susah," ujar dia.

Terkait dana akan digelontorkan dalam proyek tersebut, Oloan belum bisa memastikan karena masih harus menunggu persetujuan DPRD DKI Jakarta. "Jika anggarannya disetujui, maka masuk ke APBD 2012. Setelah itu kita akan menyelenggarakan sayembara desain stadion," ungkapnya.

Oloan mengatakan, dalam proyek ini pihaknya akan melibatkan peran serta masyarakat. Mengenai bentuk partisipasi yang akan diberikan yakni saimbara desain. Olan menyebut sayembara desain sebagai bentuk untuk menarik keikutsertaan masyarakat untuk mendapatkan desain yang terbaik, Setelah desain dipilih, lanjut Olan, lalu dibuatlah detail enginering design (DED).

"Dari DED ini kita baru bisa menghitung anggaran yang sebenarnya dibutuhkan berapa besar," pungkasnya.

Sumber: Today.co.id


11 April 2011

Foke: Jakmania Harus Disiplin!


Kerusuhan yang terjadi di Parkir Timur Senayan beberapa waktu lalu usai gelaran partai Persija Jakarta melawan Persiwa Wamena di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) mendapat sorotan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo. Foke, panggilan akrabnya, meminta suporter Persija itu untuk dapat berdisiplin dan menjaga citra organisasi Jakmania.

"Saya sudah bilang ke pimpinan Jakmania, organisasi yang baik perlu ada disiplin yang dihormati seluruh anggotanya yang bergabung di situ," ucap Foke, Senin (11/4/2011), di Balaikota, Jakarta.

Apabila hal itu tidak dilakukan, Foke menyanyangkan sikap anarkis hanya akan menimbulkan pencitraan tidak baik. "Saya tetap berharap bahwa Jakmania bisa koordinasi dengan baik," tuturnya.

Dia juga menyarankan apabila ada anggota Jakmania yang berbuat anarkis bisa dikenakan sanksi. "Yang jelas saya himbau tiap anggota Jakmania harus juga bertanggung jawab menjaga ketertiban," tandasnya.

Sebelumnya, pada tanggal 6 April lalu, kerusuhan kembali terjadi usai gelaran partai Persija dan Persiwa di Gelora Bung Karno. Dalam kerusuhan itu, satu pos polisi hancur dan Kapolsek Cempaka Putih Kompol Djoko Dwi sempat pingsan karena terkena pukulan seorang Jakmania.

Selain itu, seorang Jakmania bernama Sujana (22), asal Cempaka Putih meninggal akibat terlindas bus usai bubar tawuran.

Sumber: 12pazBlogspot


10 April 2011

Laga Arema vs Persija Dipadati 32.597 Penonton


Panita Pelaksana (Panpel) Pertandingan Arema memastikan jumlah penonton dalam pertandingan melawan Persija Jakarta, Minggu (10/4/2011) malam di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, berjumlah 32.597 orang. Jumlah tersebut, belum termasuk sejumlah penonton non tiket seperti pihak pengamanan, match steward, crew medis, jurnalis dan tenaga lainnya.

Jika dikalkulasikan dengan harga rata-rata ekonomi Rp 25.000 per tiket misalnya, Panpel Arema mendapatkan pemasukan Rp 814.925.000. Padahal, kapasitas stadion Kanjuruhan dibagi beberapa set alias tempat duduk. Ada set untuk kelas ekonomi, VIP dan VVIP. Di dua tempat duduk terakhir itu, harga tiket yang dijual lebih dari Rp 50.000.

Dengan jumlah sebanyak itu, otomatis cukup menambah kocek Tim Arema setelah dipotong beberapa persen untuk Petugas Pengamanan dan segala sesuatunya terkait ijin penyelenggaraannya. Yang menjadi pertanyaan kemudian, tetap merugikah Arema mesti pemasukan dari tiket, cukup signifikan untuk membantu keungan Arema yang kerap dilanda krisis finansial tersebut?

Ketua Panpel Arema, Abriadi Muharra mengaku jika penonton malam hari ini, cukup banyak. Data yang dia dapat, sebanyak 32.597 penonton, memadati Stadion Kanjuruhan. Namun, banyaknya oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dengan menjual potongan tiket bekas penonton, membuat Tim Arema jadi merugi.

"Kami menemukan adanya tiket sobekan yang ditempelkan ulang pada lembar tiket penonton. Kalau dicocokkan, nomer seri tiket itu tidak sama. Nah, ini merugikan Arema," paparnya.

Ditegaskan Abriadi, sejumlah oknum yang berbuat demikian, dalam waktu dekat akan ditindak tegas. Termasuk, guna mencegah aksi serupa, Panpel meminta Polres Malang untuk menindak dan menangkap para pelakunya. Mengingat, perbuatan oknum yang seperti ini, sangat merugikan Arema.

"Kita berharap media ikut mensosialisasikan masalah ini. Oknum yang kedapatan menjual sobekan tiket dan melekatkan pada tiket lainnya, sudah masuk ranah pidana. Harus ditangkap," tuturnya.

Dari pantauan setiap pertandingan Arema tentunya, tak mudah mendapatkan tiket Arema kala menghadapi tim-tim besar macam Persija. Bahkan, satu hari sebelum kick off dimulai, khabar habisnya tiket pertandingan, bukan isapan jempol. Kalaupun ada, tiket masuk stadion dibeli dengan harga mahal.

Kalau kemudian ditemukan adanya sobekan tiket yang bisa merugikan Tim Arema, jelas bukan penonton atau suporter yang menyobeknya. Penonton hanya membeli. Dan mereka, tak mungkin diberi tambahan waktu untuk meneliti nomer-nomer seri.

Sumber: 12pazBlogspot


09 April 2011

500 Jakmania siap oranyekan kanjuruhan


Sebanyak 500 suporter fanatik Persija Jakarta, siap menyerbu Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, untuk menyaksikan secara langsung tim kesayagannya lawan Arema, Minggu (10/04/2011) malam.

"Persija akan didukung 500 lebih The Jakmania. Sejak Jumat (09/04/2011) kemarin, mereka sudah mulai berdatangan ke Malang. Hari ini ada 11 bus diberangkatkan dari Jakarta ke Malang. The Jak yang dari Yogyakarta dan Semarang, naik kendaraan pribadi," aku Asisten Manager Persija Jakarta, Ferry Indra Syarief kepada wartawan, dalam jumpa persnya di Kantor Arema, Sabtu (09/04/2011).

Sebenarnya, The Jak yang akan datang ke Malang bukan hanya 500 lebih, kata Ferry, tetapi lebih dari seribu. Namun, karena kereta dibatalkan dari Jakarta ke Malang, maka banyak suporter yang gagal ke Malang.
"Tapi tak apa-apa. jumlah itu sudah cukup luar biasa untuk mendukung Persija di Kanjuruhan nanti. Harapannya dengan dukungan The Jak, tim kami bisa mencuri poin. Pertandingan berjalan aman dan sukses," harapnya.

Sementara itu, Media Officer Arema, Sudarmadji mengatakan, pihak Manajemen Arema dan Aremania siap menyambut baik kedatagan The Jak. "Karena kami dan Aremania, datang ke Jakarta juga disambut baik," aku bekas Wartawan itu.

Sudarmadji mengaku, Sabtu (09/04/2011) sore, rombongan The Jak, sudah mulai datang ke Stadion Kanjuruhan. "The Jak yang sudah datang langsung tinggal di Kanjuruhan. katanya mau bermalam di stadion," ujarnya.

pihak Panpel beber Sudarmadji, sudah menyiapkan tiket untuk jatah The Jak sebanyak 500 lembar. "Tiket sebanyak itu sesuai dengan peraturan yang ada. untuk suporter tim tamu harus disediakan 500 lembar," terangnya.

Selain itu, Sudarmadji berharap, dalam pertandingan Arema lawan Persija Jakarta bisa berjalan aman dan sukses. "Panpel sudah menyiapkan 885 personel keamanan. "Untuk Tiket, panpel mencetak sebanyak 32500 lembar. Untuk ekonomi ada 30 ribu lembar, VIP 2 ribu lembar dan VVIP ada 500 lembar," katanya.

Sumber: 12pazBlogspot


Jelang Arema Vs Persija , The Jak Mulai Berdatangan ke Malang


Jelang laga home Arema lawan Persija Jakarta, Minggu (10/04/2011) malam, di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, suporter fanatik klub asal Jakarta mulai berdatangan ke Bhumi Arema.

Sesuai informasi dari The Jak kepada beberapa korwil Aremania di Malang, The Jak yang sudah berangkat ke Malang diperkirakan sebanyak 500 suporter lebih yang akan memadati Stadion Kanjuruhan.

Menurut Benjol, salah satu Aremania, pihaknya sudah menerima kedatangan The Jak. "Sejak kemarin (Jumat), sudah ada 6 orang yang datang naik kereta api. Yang naik pesawat ada 4 orang," akunya, saat dihubungi , via telepon, Sabtu (09/04/2011).

Ditanya berapa orang yang naik bus, Benjol mengaku tidak mengetahuinya. "Wah, kalau yang naik bus, saya tidak tahu. kapan berangkat saya juga tidak tahu," katanya.

Sementara itu, ditempat berbeda, Korwil Aremania Stasiun Kota Baru, Tembel mengaku, pihaknya juga sudah menerima The Jak sebanyak 3 orang yang datang dengan menggunakan kereta api.

"Yang sudah datang naik kereta api sebanyak 3 orang. Datangnya kemarin. Untuk yang berangkat naik bus baru berangkat dari Jakarta pagi ini. Informasinya yang akan datang ke Malang ada 500 orang lebih. Itu informasi yang saya terima," katanya.

Ditanya apakah Aremania siap menyambut kedatangan The Jak? Tembel mengaku sudah siap menyambut kedatangan The Jak tersebut. "Aremania siap menyambut The Jak. sekarang masih perjalanan naik bus. Pokonya siap aman dan pertandingan akan seru," ujarnya dihubungi melalui ponsel genggamnya.

Sementara itu, terkait penyediaan kursi dan berapa tiket yang diperuntukkan The Jak, pihak Panpel Arema belum bisa dikonfirmasi. Pelaksana Harian PT Arema Indonesia, Abriadi Muhara dan juga Media Officer Arema Sudarmadji dihubungi via telepon belum ada jawaban.


Sumber: 12pazBlogspot


The Jak Dukung Bang Yos Menjadi Ketum PSSI


Mantan manajer dan juga pembina Persija Jakarta, Sutiyoso atau yang dikenal sebagai Bang Yos, menyatakan kesiapannya untuk bersaing memperebutkan kursi ketua umum PSSI periode 2011-2015.

Tampaknya pernyataan Bang Yos disambut positif oleh oleh para pendukung tim Macan Kemayoran, The Jak Mania. Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Jendral (Sekjen) The Jak Mania.

Seperti yang dilansir Antara, Sekjen The Jak Mania, Richard Achmad, menyatakan bahwa pihaknya telah mempersiapkan diri untuk dalam waktu dekat mengajukan Bang Yos untuk dicalonkan.

Tidak hanya The Jak Mania, Pengprov PSSI DKI Jakarta juga telah menyatakan dukungan kepada Bang Yos untuk pencalonannya menjadi ketua umum PSSI periode 2011-2015 tersebut.

Richard menilai Bang Yos sangat tepat menjadi ketua umum PSSI periode mendatang karena Bang Yos mempunyai rasa cinta yang besar kepada sepakbola dan juga mampu melakukan reformasi di tubuh PSSI.



Sumber: Goal.com


12 Suporter Persija Ditahan Polisi


12 orang suporter persija atau The Jakmania resmi ditahan serta menjadi tersangka, lantaran terlibat tawuran dan aksi anarkis usai mendukung langsung Persija, saat melawan Persiwa Wamena di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Rabu (6/4/2011).

Dalam peristiwa tersebut, satu pos polisi hancur dan Kapolsek Cempaka Putih Kompol Djoko Dwi sempat pingsan, karena terkena pukulan seorang suporter jakmania.

Menurut Ketua Umum Jakmania Lariko Ranggamone, pada acara jumpa pers di sekertariat Jakmania Stadion Lebak Bulus, Jumat (8/4/2011), 12 orang Jakmania tersebut telah resmi dinyatakan sebagai tersangka oleh pihak Kepolisian Resort Jakarta Pusat.

"Ke 12 orang Jakmania terbukti secara sah terlibat dalam aksi anarkis, serta kedapatan pula membawa berbagai macam senjata tajam," terangnya.

Sedangkan Jakmania yang meninggal karena terlindas bus saat bubaran pertandingan, Ketua Umum Jakmania Lariko Ranggamone menegaskan kalau peristiwa tersebut memang murni kecelakaan akibat kelalaian dari pihak suporter yang bersangkutan.

Jadi, amat sangat tidak benar jika tewasnya seorang Jakmania tersebut karena terpental dari atap bus, atau juga karena berdesakan di pintu masuk bus.

Sumber: BolaIndo


Jakmania : Perusak Pospol Massa Liar


The Jakmania membantah empat pelaku perusakan pos polisi Senayan adalah anggotanya. Namun elemen suporter Persija itu berjanji tidak akan lepas tangan terhadap kerugian akibat perusakan itu.

Demikian disampaikan oleh ketua The Jakmania di kantornya, Stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Jumat, 8 April 2011. Lariko juga membantah kerusuhan itu merupakan imbas dari duel Persija vs Persiwa Wamena.

"Tidak lama setelah kejadian, empat pelaku sudah diamankan oleh petugas kepolisian Polres Jakarta Pusat. Keempatnya hanya massa liar yang tidak terdaftar dan tidak memiliki kartu anggota The Jakmania" ujar Lariko.

Selain melakukan perusakan Pospol, keempat pelaku yang masih berusia belasan tahun ini juga diketahui melakukan penganiayaan kepada seorang personel kepolisian yang sedang berjaga di lokasi.

Meski keempatnya bukan anggota resmi The Jakmania, Lariko mengaku pihaknya tidak akan menghindar dari tanggung jawab terhadap kerugian akibat pengerusakan yang terjadi di areal stadion Gelora Bung Karno.

"Kami akan bertanggung jawab. Dan saat ini, kami sedang melakukan audiensi dengan pengelola Gelora Bung Karno dan aparat kepolisian untuk mencari solusi masalah ini" ujar Lariko.

Lariko juga membantah peristiwa pengerusakan tersebut dipicu oleh hasil imbang tanpa gol yang diraih Persija saat menjamu Persiwa di hari yang sama. Menurutnya, perusakan justru terjadi sebelum laga itu usai.

"Pengerusakana tidak ada hubungannya dengan hasil akhir pertandingan. Kalau suporter Jakmania selalu berada dalam stadion ketika pertandingan berlangsung" ujar Lariko.

Perusakan juga dilakukan pendukung Persija, Kamis 31 Maret lalu. Saat itu, ratusan pendukung Persija yang berada di kawasan Parkir Timur, Senayan, menyerbu ke areal Kolam Renang Gelora Bung Karno (GBK).

Mereka mencari salah seorang pria yang diduga Viking (pendukung Persib, musuh bebuyutan The Jakmania). Para perusuh kemudian merusak kantor-kantor di areal Kolam Renang GBK, termasuk milik PB PRSI.

Tak hanya melakukan perusakan, massa berbaju oranye itu juga melakukan penjarahan di beberapa kantor. Bahkan perusuh juga memboyong seluruh piala yang berada di kantor klub renang asal DKI Jakarta, Pari Sakti.

"Pelaku kerusuhan yang itu belum tertangkap. Jadi kami tidak bisa memastikan apakah mereka anggota resmi atau tidak," kata Lariko.

"Ke depan kami ingin meminta kepolisian di tiap wilayah bisa mencegah para suporter yang tak memiliki tiket untuk bertolak ke SUGBK. Kami tidak mau gara-gara ulah oknum, The Jakmania yang benar-benar ingin menyaksikan Persija bertanding justru jadi korban," pungkas Lariko.

Sumber: BolaIndo


Ketua Jakmania Serahkan Kasus Anarki ke Kepolisian


Ketua Umum The Jakmania, Lariko Ranggamone menyerahkan kasus tindakan anarki yang dilakukan oknum Jakmania saat pertandingan Persija versus Persiwa pada Rabu (06/2) lalu ke pihak kepolisian.

"Kami mengungkapkan permohonan maaf terbuka kami kepada pihak keamanan. Kami bahkan mengutuk keras kejadian tersebut dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk mengusut ini semua," kata Larico kepada wartawan di Jakarta, Jumat (08/4).

Ia menegaskan bahwa yang melakukan tindakan anarki saat pertandingan Persija versus Persiwa, Rabu (06/2) lalu, bukanlah anggota The Jakmania.

"The Jakmania pasti berwarna oranye, tapi warna oranye belum pasti The Jakmania. Kami tegaskan kalau mereka adalah simpatisan yang tidak kami koordinir, biasa kami panggil dengan nama Jali," kata Lariko.

Pada pertandingan itu, terjadi pengrusakan pos polisi di area Senayan dan bahkan oknum The Jak yang tidak bertanggung jawab itu melukai Kapolsek Cempaka Putih Dwi Joko.

Pengurus pusat The Jakmania selalu ketiban sial dengan aksi anarki massa pendukung Persija itu. Karena banyaknya pecinta Persija, membuat massa yang jumlahnya ribuan itu tidak bisa dikordinir secara merata.

Larico menambahkan, The Jakmania akan melakukan pembicaraan lebih mendalam terkait soal tanggung jawab pihaknya terhadap beberapa fasilitas yang rusak akibat kejadian tersebut.

"Kami bukan organisasi mapan, tapi kami akan berusaha ganti semua kerusakan," katanya.

Mantan ketua harian The Jak itu mengatakan, pihaknya menilai kejadian tersebut tidak biasa. The Jakmania sendiri memiliki anggota lebih dari 40 ribu orang.

"Biar kepolisian yang akan melakukan penyelidikan," katanya.

Larico mengatakan, kejadian memalukan itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan hasil pertandingan yang berakhir imbang tanpa gol. Ke depannya, The Jak berjanji akan semakin meningkatkan kerjasama penanganan penagamanan pertandingan.

"Tanggung jawab keamanan pertandingan adalah tanggung jawab bersama, kami himbau kepada simpatisan untuk tidak lagi mencoba datang ke stadion jika tidak memiliki tiket. Kita harus berusaha menjaga keamanan, karena itu akan berimbas juga kepada tim Persija yang terus berjuang di kompetisi," katanya.

Sumber: BolaNet


The Jakmania Siap Ganti Kerusakan Gelora Bung Karno


Kelompok suporter Persija menduga ada pihak yang sengaja melakukan aksi brutal dengan menggunakan atribut Persija dan The Jakmania.

Ketua Umum The Jakmania Lariko Ranggamone mengaku pihaknya siap mengganti kerugian yang dialami Gelora Bung Karno Jakarta menyusul aksi anarkis yang dilakukan suporter Persija Jakarta dalam pertandingan Superliga Indonesia 2010/11 pasca menghadapi Persipura Jayapura dan Persiwa Wamena.

Menurut Riko, sapaan Lariko, The Jakmania berencana melakukan pembicaraan dengan pihak-pihak terkait yang menelan kerugian akibat ulah pendukung Persija, diantaranya kepolisian dan pengelola Gelora Bung Karno Jakarta.

Riko menduga ada oknum yang mengenakan atribut Persija atau The Jakmania untuk melakukan aksi perusakan. Pengurus The Jakmania telah menyerahkan permasalahan ini kepada kepolisian untuk segera melakukan penyelidikan.

“Kami memang bukan organisasi mapan. Tapi kami akan berusaha untuk mengganti kerusakan terhadap beberapa fasilitas. Kami juga menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada pihak keamanan,” ujar Riko.

“The Jakmania pasti berwarna oranye. Tapi warna oranye belum pasti The Jakmania. Kami tegaskan kalau mereka adalah Jak-Jak liar, simpatisan yang tidak kami kordinir. Kami biasa memanggilnya dengan nama Jali. Kami bahkan mengutuk keras kejadian tersebut.”

“Kami menilai kejadian tersebut tidak biasa, seperti ada yang men-design. Biar kepolisian yang akan melakukan penyelidikan. Yang jelas, aksi itu tidak ada kaitannya dengan hasil imbang yang didapat Persija.

Sumber: Goal.com


Rusak SUGBK, Jakmania Minta Maaf


Kelompok suporter Persija Jakarta, The Jakmania, tampaknya cukup berbesar hati. Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, yang notabene kandang Persija, Rusak akibat oknum anggotanya.

Namun, para pengurus The Jakmania tidak lantas cuci tangan dan melimpahkan kesalahan tersebut kepada anak buahnya.

"Kami memang tidak bisa mengganti secara materi, namun kami sepenuhnya membantu pihak kepolisian dalam melakukan penyidikan dan bekerja sama dalam mengungkap kejadian ini," terang Sekretaris Jendral The Jakmania, Richard Achmad Supriyanto.

Sebelumnya, oknum The Jakmania tersebut, oleh pengelola dan pengembang SUGBK dilaporkan ke pihak kepolisian karena mengamuk dan menghancurkan kantor Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI).
Seluruh kaca ruangan di komplek tersebut habis karena dilempari dengan menggunakan pot-pot bunga yang berada di sekitar lokasi.

Tujuh ruang kantor habis dirusak suporter. Misalnya, Kantor PRSI, bekas kantor Pengda DKI, bekas kantor PSSI DKI, kantor biro travel, hingga kantor Pari Sakti milik salah seorang mantan atlet renang. Termasuk, Sunbeat, komputer, kaos satu karung dan sepeda lipat, yang dilaporkan hilang.
"Jika ini terbukti, kami merelakan anggota kami untuk diproses secara hukum. Saya juga mewakili rekan-rekan yang lain sangat memohon maaf atas kejadian ini," tutupnya.

Sumber: BolaNet


07 April 2011

Fans Persija Rusak Pos Polisi, Satu Tewas Terjatuh Dari Bus


Polisi sudah mengamankan belasan fans Persija yang melakukan aksi pengrusakan.

Suporter Persija Jakarta kembali memperlihatkan sikap tidak terpuji. Setelah merusak sejumlah gedung di kawasan Gelora Bung Karno Jakarta usai ditahan 1-1 oleh Persipura Jayapura, fans Persija kali ini merusak pos polisi setelah tim kesayangannya bermain imbang tanpa gol melawan Persiwa Wamena, Rabu [6/4].

Kapolres Jakarta Pusat Kombes Hamidin mengatakan, selain merusak pos polisi di kawasan Senayan, ratusan fans Persija itu juga melukai seorang petugas. Pihak kepolisian sudah menangkap sejumlah suporter yang melakukan aksi anarkis. Fans ini kebanyakan masih remaja.

Selain mengamankan belasan suporter, kepolisian juga menyita sejumlah senjata tajam yang ditemukan di dalam bus yang digunakan fans Persija.

Sementara itu, seorang fans Persija tewas terlindas setelah terjatuh dari bus yang ditumpanginya tidak jauh dari kawasan Senayan. Korban tewas bernama Sujana, 22, warga Rawasari, Cempaka Putih.

Peristiwa ini terjadi ketika Sujana bergelantungan di pintu bus. Namun karena bus tersebut penuh, Sujana terdorong, dan terlindas ban depan bus. Nyawa Sujana pun tidak bisa diselamatkan lagi.

Sumber: Goal.com


06 April 2011

Jakmania Ragukan Kinerja KN Bentukan FIFA


Kelompok suporter Persija Jakarta, The Jakmania, masih mempertanyakan hasil keputusan FIFA dalam membentuk Komite Normalisasi (KN) guna menjadi solusi ditubuh induk PSSI.

Meski The Jakmania menilai langkah yang dilakukan FIFA tergolong positif, namun tidak dapat dibiarkan berjalan begitu saja. KN wajib diawasi atau terus dipantau dalam pelaksanaannya.

"Secara khusus ini memang bukan kapasitas kami untuk mengkritisi persoalan tersebut. Tetapi, sebagai insan sepakbola nasional, otomatis kami memiliki tangung jawab yang besar," terang Sekretaris Umum (Sekum) the Jakmania, Richard Achmad, Selasa (5/4).

Terlepas dari figur Agum Gumelar, yang dinilai memiliki kemampuan dan terbukti dalam menukangi PSSI, The Jakmania menyayangkan komposisi KN yang dinilai syarat kejanggalan. Terlebih, terdapat anggota yang tengah menjadi pesakitan lantaran dugaan kasus kriminal di pentas sepak bola.

"Atas dasar apa FIFA menentukan atau menempatkan orang-orang tersebut? Apakah FIFA mengetahui rekam jejaknya selama mengurus sepak bola? Apalagi, anggotanya bukan berasal dari tim besar atau tim yang memiliki prestasi di pentas sepakbola nasional," tanyanya.

Dengan kondisi tersebut, wajar rasanya jika The Jakmania meragukan kemampuan mereka dalam mengemban tanggung jawab tersebut.

Terlebih, The Jakmania mengaku akan mengikuti pertemuan terkait hasil keputusan FIFA, yang direncanakan dihadiri ketua umum KN, Agum Gumelar, di kantor PSSI, stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Rabu (6/4), Pukul 11.00 WIB.

"Untuk itu, kita sama-sama harus mengontrolnya agar efektif dan fungsional," tegasnya.

Sumber: Bola.Net


03 April 2011

Buku Bepe "Ketika Jemariku Menari" segera terbit


Di luar aktivitas sebagai pemain sepak bola, Bambang Pamungkas memiliki kegemaran lain yakni menulis. Pandangan-pandangan Bepe, demikian ia biasa disapa, sangat jernih dan lugas dituangkan dalam berbagai tulisan yang selama ini dimuat di website www.bambangpamungkas20.com. 

Ditambah tulisan-tulisan yang belum pernah dipublikasikan, serta didukung foto-foto ekslusif, Yudhi F. Oktaviadhi, Wakil Redaktur Pelaksana BOLA yang juga penggagas Syair.org, merangkai dan mengedit berbagai tulisan tersebut menjadi sebuah buku.

Banyak cerita menarik di balik karier dan kehidupan Bepe sehingga dengan membaca buku berjudul “Bepe20 Ketika Jemariku Menari” itu maka kita akan memahami Bepe secara utuh. Banyak pula kisah-kisah inspiratif sehingga buku ini layak menjadi bacaan siapa pun termasuk remaja dan anak-anak yang mengidolakannya.

Buku akan diluncurkan pada 16 April 2011 di kantor tabloid BOLA. Hasil dari penjualan buku pun akan disumbangkan Bepe kepada dua yayasan yang selama ini didukung oleh Bepe yakni Syair Untuk Sahabat Foundation (Syair.org) dan Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia. Semoga niat baik Bepe menjadi berkah dan bermanfaat bagi pergerakan kepedulian terhadap HIV/AIDS dan kanker.

Sumber: Syair.org


21 March 2011

Mojang Bandung Fans Berat Persija


Sepakbola bukan lagi monopoli lelaki. Perempuan pun kini mulai banyak yang menggemarinya. Namun, memang belum banyak kaum hawa yang benar-benar menghabiskan waktu dengan sepakbola sejak masa kecilnya.

Seperti halnya Wiyanti. Gadis berusia 17 tahun ini mengaku ngefans berat dengan klub sepakbola Persija Jakarta. Sejak tahun 2007 lalu, ia sudah aktif dan resmi terdaftar sebagai anggota The Jak. Sejak itu pula, dirinya senang disebut sebagai Jak Angel.

Uniknya, gadis yang akrab disapa Yanti ini bukanlah warga Jakarta atau dilahirkan di Ibu Kota. Melainkan, ia adalah seorang mojang Bandung tulen. Bungsu dari tiga bersaudara ini lahir dan dibesarkan di markas Persib tersebut.

Kendati di dirinya mengalir darah keturunan orang Bandung. Yanti, sama sekali tak tertarik mendukung klub kebanggaan Kota Kembang, yakni Persib. Sebaliknya, hati wanita kelahiran 8 Mei 1993 silam itu justru tertambat pada “Tim Macan Kemayoran” Persija Jakarta.

“Persija itu beda,” demikian alasan utama yang dikemukakan siswi kelas 3 salah satu SMA swasta yang cukup ternama di Bandung itu. “Sulit mengungkapkan alasan kenapa saya bisa cinta sama Persija. Tapi yang jelas, organisasi dan solidaritas Jakmania tampak lebih baik dari kelompok suporter lain yang ada di Indonesia,” tambahnya.

Di Bandung sendiri, kata Yanti, sesungguhnya banyak yang suka Persija. “Sedikitnya ada 50-an yang resmi terdaftar sebagai Jakmania,” paparnya. Namun, memang eksistensi mereka terbatas lantaran kota ini sebenarnya adalah basis Bobotoh atau Viking (fans Persib).

SERING DIEJEK

Tak heran, warga yang tinggal di Gedebage, Bandung ini kerap mendapat ejekan dari teman-temannya. Bahkan, keluarganya sendiri pun kadang suka menyindirnya. Namun, semua itu hanya ia anggap sebagai sebuah tantangan.

“Keluarga dan orang-orang di lingkungan sekitar ku mayoritas pendukung Persib. Tapi mereka nggak mempermasalahkan bila aku suka Persija. Hanya memang, kadang mereka suka menyindir dengan mengatakan orang Bandung koq sukanya sama Persija. Tapi aku cuek saja,” kata Jak Angel yang rajin menyambangi Lebak Bulus dan mendukung Persija di Senayan ini.

“Yang pasti bersama The Jak, aku banyak mendapatkan hal baru. Aku bisa belajar berorganisasi, merasakan solidaritas dan punya banyak kenalan,” tuntas Yanti yang juga menggemari klub Barcelona dan Juventus.

Sumber: Poskota


13 March 2011

Hadir di GBK, Gugun di sambut hangat Pemain dan fans Persija


Suasana haru tampak saat semua pemain dan ofisial masuk ke lapangan setelah turun minum.

Kedatangan Muhammad Gunawan atau yang akrab disapa Gugun Gondrong mendapat sambutan antusias dari pemain dan fans Persija Jakarta saat melawan Persiba Balikpapan, Minggu 13 Maret 2011.

Gugun memang sengaja datang menyaksikan laga yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, dengan didampingi beberapa kerabatnya. Suasana haru tampak saat semua pemain dan ofisial masuk ke lapangan setelah turun minum. Satu persatu pemain Persija menyalami Gugun yang duduk di kursi dengan senyum khasnya.

Tak hanya itu, Gugun yg memakai atribut Persija lengkap dengan topi juga mendapat sambutan hangat dari The Jakmania - kelompok penggemar Persija. Gugun memang sempat vakum mengikuti sepak terjang tim kesayangannya itu setelah divonis mengidap tumor otak. Pasca operasi di Singapura, Gugun kini mencoba kembali mengumpulkan memori indahnya bersama Persija.

Gugun merupakan satu dari 40 orang pendiri The Jakmania (JM). Mantan suami Anna Marissa ini sendiri merupakan pemilik nomor JM01 dari 40 nomor anggota JM di Jakmania.

Sumber: VivaNews


TOP.ORG Topsites The Republic of Indonesian Blogger | Garuda di Dadaku

FACEBOOK

Find us..

PhotobucketPhotobucketPhotobucket

BANNER

Photobucket Photobucket Photobucket

ADS

 

SETAN OREN Copyright © 2010 SetanOren.blogspot.com is Designed by SetanOren