Photobucket
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

20 January 2011

Stadion Sepak Bola UMS Bakal Digusur


Satu lagi stadion sepakbola di Ibukota bakal tergusur. Setelah sebelumnya Pemda DKI Jakarta menggusur Stadion Menteng pada 26 Juli 2006 lalu, kini giliran Stadion UMS (United Makes Strenght) di Jalan Petak Sin Kiang, Mangga Besar, Taman Sari, Jakarta Barat bakal mengalami nasib yang sama.

Hanya saja, yang menggusurnya bukan instansi pemerintah seperti yang dialami Stadion Menteng. Stadion UMS itu, rencananya dieksekusi pada Kamis (20/1) pagi setelah PN Jakarta Barat menyatakan pengelola UMS kalah.

Wakil Ketua UMS Ipyong yang dihubungi Pos Kota, tadi malam, menjelaskan, lapangan UMS merupakan hasil pembelian dari Abdul Ma’ruf yang tak lain adalah kakek Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo. Dari pembelian lahan itu, didirikan klub sepakbola bernama UMS pada 15 Desember 1905.

Hal itu juga diakui Fauzi Bowo saat menghadiri turnamen sepakbola 90 tahun usia Endang Witarsa, Ketua Umum UMS yang sudah berpulang sekitar tiga tahun silam. Foke, sapaan Fauzi Bowo saat itu menegaskan, “Tanah di atas tempat kita berdiri ini dulu adalah tanah engkon saya yang dibeli UMS. Karenanya, siapa pun tak boleh menggusur ini,” kata Foke yang saat itu tengah menyiapkan diri maju Pilkada DKI Jakarta 2007.

Faktanya, Rabu (20/1) pagi ini, Pengadilan Negeri Jakarta Barat akan mengeksekusi lapangan UMS tersebut. Sebab, pengelola UMS kalah dalam persidangan, beberapa bulan lalu. Kalau ini terjadi, Jakarta akan kembali kehilangan lapangan sepakbola.

Menurut Ipyong, saat ada yang menggugat lapangan UMS beberapa tahun silam, pengelola UMS Michael Chandra tidak menunjukkan Akte Jual Beli (AJB). Sementara orang yang mengklaim lapangan tersebut mengaku membelinya dari seorang di Bogor pada tahun 1990-an.

Setelah itu, kata Ipyong, lahan tersebut berpindah ke tangan seorang di Semarang. Orang itu kemudian meninggal dan anaknya mengklaim dan menggugat ke pengadilan bahwa lapangan UMS milik ayahnya. “Saya tak hapal nama-nama mereka, nanti pengacara kami Pak Budiman yang akan menjelaskannya. Tapi, intinya seperti itu,” kata Ipyong.

Untuk melawan eksekusi tersebut, Kamis pagi ini pengelola UMS akan mengerahkan massa dari anak-anak SSB maupu pemain remaja berusia 7 hingga 18 tahun. “Kita akan tunjukkan bahwa di sini sejak tahun 1905 hingga sekarang masih berlangsung pembinaan sepakbola,” kata Ipyong.

Hasil pembinaan SSB UMS antara lain, Widodo C. Putro, Mulyadi maupun Suryalesmana yang pernah menghiasi jagat sepakbola Indonesia. Kini nasib lapangan tersebut bagai berada di ujung tanduk. Di lapangan UMS itu hingga kni masih terus membina pemain usia muda kendati tokoh sentralnya, drg. Endang Witarsa sudah berpulang lebih dari tiga tahun lalu.

Sumber: Poskota
artikel lain mengenai stadion UMS:  
Semangat Reformasi dari Petaksingkian
Pijar Lampu UMS

Related Articles :


Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook

1 comments:

Keborawa said...

PERTAMAX...
Wah kok digusur sih, berarti sekarang yah, tanggal 20 Januari. ckckckck...

Post a Comment

TOP.ORG Topsites The Republic of Indonesian Blogger | Garuda di Dadaku

FACEBOOK

Find us..

PhotobucketPhotobucketPhotobucket

BANNER

Photobucket Photobucket Photobucket

ADS

 

SETAN OREN Copyright © 2010 SetanOren.blogspot.com is Designed by SetanOren